MASOHI — DPD LDII Kabupaten Maluku Tengah turut mengikuti pelaksanaan salat istiska yang digelar di MAN 2 Maluku Tengah, Kota Masohi, sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan kondisi krisis air.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MUI Maluku Tengah, jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah, siswa dan siswi MAN 2 Maluku Tengah, DPD LDII Maluku Tengah, serta masyarakat Kota Masohi.
Salat istiska dipimpin oleh Abdul Salim sebagai imam. Setelah pelaksanaan salat, khotbah disampaikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, S.Ag., M.H.
Dalam khotbahnya, Abdul Gani mengingatkan jamaah bahwa musibah kekeringan, kemarau panjang, dan krisis air dapat menjadi momentum bagi manusia untuk melakukan introspeksi diri. Kondisi tersebut juga hendaknya mendorong umat untuk menyadari berbagai dosa, kemaksiatan, dan kelalaian yang mungkin telah dilakukan.
“Marilah kita memperbanyak istigfar, bertobat, bersedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama,” pesannya.
Menurut Abdul Gani, kemarau panjang dan tertahannya hujan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan alam, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Senada dengan pesan tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Maluku Tengah, Hendra, S.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan LDII dalam salat istiska merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Salat istiska ini merupakan ikhtiar bersama. Kita berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan, sekaligus menjadikan kondisi kemarau ini sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat kepedulian, dan menjaga lingkungan,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan, kondisi kekeringan dan keterbatasan air membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Karena itu, diperlukan semangat kebersamaan dan gotong royong untuk menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh kemarau panjang.
“Semoga melalui doa dan ikhtiar bersama ini, hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi dan kondisi kekeringan dapat segera berakhir,” harapnya.

Pelaksanaan salat istiska di MAN 2 Maluku Tengah menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Kota Masohi dalam menghadapi kemarau panjang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat untuk terus meningkatkan ketakwaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.


