AMBON — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Maluku memaknai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan masyarakat Maluku yang majemuk.
Ketua DPW LDII Provinsi Maluku, Jamaludin Wabula, mengatakan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga pesan sosial dan kebangsaan yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat di Maluku.
“Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteguhan iman melalui perintah salat. Nilai-nilai ini penting sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Maluku,” ujar Jamaludin Wabula.
Menurutnya, semangat Isra Mi’raj sejalan dengan upaya merawat kebhinekaan serta memperkuat harmoni sosial di daerah yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, dan budaya.
Ia menegaskan bahwa LDII secara konsisten berperan aktif dalam menerapkan delapan bidang fokus pengabdian LDII, yakni kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. Seluruh bidang tersebut diarahkan untuk membangun karakter masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya saing.
“Melalui delapan bidang fokus LDII, kami berupaya berkontribusi nyata bagi masyarakat Maluku, baik dalam penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan akhlak, maupun peningkatan kepedulian sosial,” katanya.
Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, DPW LDII Provinsi Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta berkontribusi positif dalam mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan berkeadaban.

