Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Maluku bersama enam kabupaten/kota turut ambil bagian dalam Musyawarah Nasional (Munas) LDII yang digelar pada 7–9 April di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta. Kegiatan nasional tersebut mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”
Adapun enam kabupaten/kota yang hadir berasal dari Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Tual, dan Buru. Kehadiran tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan warga LDII Maluku dalam menyukseskan agenda strategis nasional.
Ketua DPW LDII Maluku, Jamaludin Wabula, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Munas ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan kearifan lokal.
“Kami membawa semangat budaya Maluku yang menjunjung tinggi pela gandong, persaudaraan, serta gotong royong. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tema Munas, khususnya dalam membangun harmoni dan perdamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Maluku Tengah, Hendra, S.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan daerahnya dalam Munas merupakan bentuk kesiapan LDII di tingkat daerah dalam mendukung program nasional organisasi.
“Kami di daerah siap mengimplementasikan hasil Munas ini, khususnya dalam memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu warga LDII, Jamal Wakasal, turut mengapresiasi pelaksanaan Munas tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting dalam mempererat silaturahmi antarwarga LDII dari seluruh Indonesia.
“Kami sebagai warga merasa bangga bisa menjadi bagian dari LDII yang terus berkontribusi untuk bangsa. Harapannya, hasil Munas ini dapat membawa manfaat nyata, baik bagi organisasi maupun masyarakat luas,” tuturnya.
Budaya Maluku yang kaya akan simbol persatuan seperti filosofi hidup orang basudara, kain gandong, serta identitas “bumi raja-raja” menjadi inspirasi dalam memperkuat peran LDII di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan upaya organisasi dalam menanamkan karakter luhur, toleransi, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dalam Munas tersebut, LDII juga menegaskan komitmennya terhadap delapan bidang pengabdian untuk bangsa, mulai dari kebangsaan, keagamaan, pendidikan, hingga lingkungan hidup. Delegasi Maluku aktif mengikuti seluruh rangkaian sidang, diskusi, serta perumusan program kerja nasional yang akan menjadi pedoman organisasi ke depan.
Partisipasi aktif DPW dan DPD LDII se-Maluku diharapkan mampu membawa semangat baru dalam membangun daerah, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban, serta berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.


